Memahami Co-channel Interference
dan Mitigasinya
Telekomunikasi adalah proses pengiriman informasi oleh minimal dua entitas melalui media telekomunikasi. Telekomunikasi ada yang menggunakan kabel dan ada juga yang tidak menggunakan kabel (nirkabel).
Apabila kita berbicara telekomunikasi nirkabel, maka kita juga akan berbicara mengenai gelombang elektromagnetik khususnya gelombang radio.
Telekomuniaksi nirkabel yang menggunakan gelombang radio pasti memiliki frekuensi kerja. Frekuensi kerja adalah frekuensi yang telah ditetapkan oleh entitas-entitas yang akan berkomunikasi sebagai "saluran" mereka. Setiap komunikasi tersebut pastilah menggunakan frekuensi yang berbeda.
Co-channel interference adalah keadaan di mana ada dua pemancar radio menggunakan satu frekuensi yang sama. Biasanya kejadian ini terjadi pada dua pemancar yang letaknya tidak terlalu jauh. Akibat dari adanya co-channel interference adalah kebocoran data.
Contoh kasusnya adalah
Ada dua buah BTS (base transceiver station) di Desa A dan Desa B. Jarak kedua BTS itu tidaklah terlalu jauh. Lalu ketika Jarjid sedang bertelepon dengan Kamril di frekuensi 900MHz dan terhubung ke BTS di Desa A.
Berketepatan pula Burni dan Nuna juga sedang bertelepon di waktu yang sama. Burni dan Nuna sama-sama sedang berada di Desa B, otomatis mereka akan terhubung ke BTS terdekat yakni BTS di Desa B. Dan berketepatan pula frekuensi yang Burni dan Nuna gunakan saat bertelepon adalah 900MHz juga.
Meskipun kedua pasang orang tersebut terhubung ke dua BTS yang berbeda, namun mereka menggunakan frekuensi yang sama, maka akan terjadi intereferensi yang akan menyebabkan kebocoran data.
Isi pembicaraan yang Jarjid dan Kamril omongkan akan sangat mungkin terdengar oleh Burni dan Nuna yang saat itu sedang bertelepon juga.
Ada juga contoh lain yakni
Ada sebuah TV Analog yang mengalami Co-channel interference. Berikut videonya
Kita dapat melihat contoh nyata dari co-channel interference pada video tersebut. Ketika membuka sebuah saluran televisi A seperti terdapat bayang-bayang gambar pada saluran tersebut.
Lalu, bagaimana cara memitigasinya?
Demikian sebuah artikel terkait telekomunikasi yang dapat saya suguhkan. Mohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam penyampaian.
Terima kasih
Sumber
Ada sebuah TV Analog yang mengalami Co-channel interference. Berikut videonya
Kita dapat melihat contoh nyata dari co-channel interference pada video tersebut. Ketika membuka sebuah saluran televisi A seperti terdapat bayang-bayang gambar pada saluran tersebut.
Lalu, bagaimana cara memitigasinya?
- Harus ada peraturan yang mengatur tentang standar penggunaan frekuensi,
- Planning infrastruktur penerima sinyal harus diperhatikan lagi,
- Mempertajam respons frekuensi filter,
- Kontrol level daya sesuain kebutuhan area,
- Mengurangi lebar saluran, serta
- Gunakan sebanyak mungkin saluran yang tidak tumpang tindih sesuai kebutuhan.
Demikian sebuah artikel terkait telekomunikasi yang dapat saya suguhkan. Mohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam penyampaian.
Terima kasih
Sumber
No comments:
Post a Comment